Jejak Pengabdian Masyarakat
https://www.joecy.org/index.php/jepemas
<p>Jejak Pengabdian is a biannual peer-reviewed journal dedicated to the dissemination of innovative practices, solutions, and findings from community service programs. The journal serves as a platform for academics, researchers, practitioners, and policymakers to share insights and impactful results that address various societal challenges through research-based service initiatives.</p>Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusaien-USJejak Pengabdian MasyarakatMendorong UMKM Naik Kelas Melalui Sosialisasi Pengelolaan Usaha Dan Akses Pembiayaan KUR Di Desa Tunggulsari
https://www.joecy.org/index.php/jepemas/article/view/14129
<p>UMKM memiliki posisi strategis dalam menunjang kegiatan ekonomi masyarakat di Indonesia. Di sisi lain, pelaku UMKM masih menghadapi berbagai hambatan untuk mempertahankan dan mengembangkan usahanya, terutama berkaitan dengan ketersediaan modal, tata kelola keuangan, legalitas, pemanfaatan teknologi, serta pengetahuan mengenai layanan pembiayaan perbankan. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi yang dapat membantu masyarakat memahami pengelolaan usaha sekaligus mengenali alternatif sumber permodalan yang tersedia. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilakukan melalui sosialisasi kepada masyarakat Desa Tunggulsari, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung. Pembahasan dalam kegiatan meliputi pengembangan UMKM, pemanfaatan teknologi digital dan transaksi nontunai, pengelolaan keuangan usaha, serta pengenalan Kredit Usaha Rakyat (KUR), mulai dari jenis pembiayaan, ketentuan yang perlu dipenuhi, tahapan pengajuan, hingga penerapan prinsip 5C dalam proses penilaian kredit. Kegiatan sosialisasi memberikan wawasan kepada peserta mengenai pentingnya kesiapan usaha dan pengelolaan yang baik sebelum memanfaatkan pembiayaan perbankan. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung kesiapan pelaku UMKM dalam mengelola, mengembangkan, dan memperluas usahanya dengan memanfaatkan teknologi serta pembiayaan secara bijaksana.</p>Mochammad Khadziqun NuhaBagas Putra Dwi SaktiFirnanda Aulia Dian ArimbiAsyifa Tria NurainiIke Putri Wibowo
Copyright (c) 2026 Jejak Pengabdian Masyarakat
2026-09-042026-09-04231810.31004/jepemas.v2i3.14129PEMANFAATAN LIMBAH BONGGOL JAGUNG MENJADI BRIKET SEBAGAI INOVASI PENGELOLAAN LIMBAH DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM KKN DI DESA KLEWOR
https://www.joecy.org/index.php/jepemas/article/view/13864
<p>Limbah bonggol jagung merupakan salah satu limbah pertanian yang belum dimanfaatkan secara optimal di Desa Klewor, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali. Bonggol jagung umumnya masih dibakar secara terbuka, dibuang, atau dibiarkan menumpuk sehingga diperlukan upaya pemanfaatan yang lebih produktif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 03 Universitas Boyolali dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan bonggol jagung sebagai bahan baku briket serta memperkenalkan teknologi tepat guna sederhana yang dapat dikembangkan oleh masyarakat. Kegiatan dilaksanakan pada 31 Juli 2026 melalui metode sosialisasi, demonstrasi, dan diskusi. Sebagai bagian dari kegiatan, tim KKN melakukan inovasi berupa pembuatan prototype alat sederhana skala kecil yang digunakan untuk memperagakan proses pembuatan briket, meliputi alat karbonisasi dan alat penekan cetak briket. Alat karbonisasi berukuran 22 cm × 22 cm × 20 cm dengan kapasitas sekitar 1 kg bonggol jagung kering per proses dan dilengkapi penutup berlubang sebagai saluran asap. Alat pencetak dibuat dalam bentuk silinder dengan dua variasi ukuran, yaitu diameter 4 cm dengan tinggi 3 cm dan diameter 3 cm dengan tinggi 8 cm, yang dilengkapi penekan sederhana untuk memadatkan adonan. Tahapan kegiatan meliputi pengeringan bonggol jagung, karbonisasi, pendinginan dan penghalusan arang, penyaringan, pembuatan perekat dari tepung tapioka, pencampuran, pencetakan, dan pengeringan briket. Formulasi yang digunakan terdiri atas 450 gram bubuk arang bonggol jagung, 130 gram tepung tapioka, dan 1 liter air. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat memberikan respons positif serta memperoleh pengetahuan dan keterampilan mengenai pemanfaatan bonggol jagung menjadi briket. Prototype alat sederhana yang dibuat tim KKN juga menjadi media praktik untuk memperagakan proses karbonisasi dan pencetakan, sekaligus menunjukkan bahwa pengolahan bonggol jagung dapat diperkenalkan melalui teknologi sederhana dalam skala kecil. Kegiatan ini memberikan manfaat dalam meningkatkan pemanfaatan limbah pertanian, mendukung pengelolaan sumber daya lokal, serta membuka peluang pengembangan produk bernilai guna dan bernilai ekonomi bagi masyarakat Desa Klewor.</p>Abdul Fatah BaskoroWidya NursantiMellyana HerawatiCela wahyuningsihRevano Chandra PratamaAditya Kusuma WardanaSigit MuryantoSri HartiniYunita Niqrisah Dwi Pratiwi
Copyright (c) 2026 Jejak Pengabdian Masyarakat
2026-09-072026-09-072391810.31004/jepemas.v2i3.13864Inovasi Pengolahan Jagung Muda Menjadi Sambal Jagung pada PKK RT 04 RW 01 Desa Klewor Boyolali Sebagai Upaya Peningkatan Nilai Tambah Pangan Lokal
https://www.joecy.org/index.php/jepemas/article/view/14077
<p>Jagung merupakan salah satu komoditas pertanian yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi berbagai produk pangan olahan. Desa Klewor, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi pertanian jagung sehingga diperlukan inovasi pengolahan untuk meningkatkan nilai guna dan nilai tambah komoditas tersebut. Salah satu bentuk inovasi yang dikembangkan oleh Kelompok 03 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Boyolali adalah pengolahan jagung muda menjadi sambal. Produk tersebut dikembangkan dengan memanfaatkan jagung muda sebagai bahan utama yang dipadukan dengan cabai dan bumbu sederhana sehingga menghasilkan produk pangan dengan cita rasa pedas, gurih, dan khas. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan alternatif pengolahan jagung muda kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK Desa Klewor sekaligus memberikan pengetahuan mengenai pemanfaatan bahan pangan lokal menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif dan tanya jawab mengnai Teknik pengolahan, komposisi bahan, serta perkiraan masa simpan produk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa jagung muda dapat diolah menjadi produk sambal dengan proses yang relatif sederhana dan menggunakan bahan yang mudah diperoleh. Inovasi ini memberikan alternatif pemanfaatan jagung selain dijual dalam bentuk bahan mentah serta membuka peluang pengembangan produk pangan lokal yang dapat dipasarkan. Dengan demikian, pengolahan jagung muda menjadi sambal dapat menjadi salah satu bentuk inovasi pangan berbasis potensi lokal Desa Klewor yang dapat dikembangkan lebih lanjut melalui peningkatan kualitas produk, kemasan, daya simpan, perizinan, dan pemasaran.</p>Suryani SuryaniKustiyana NurainiSalma AzizahFahreza Farhan MatahariAristarkhus Umbar KristiantoRatnawati RatnawatiSri HartiniSigit MuryantoYunita Niqrisah Dwi Pratiwi
Copyright (c) 2026 Jejak Pengabdian Masyarakat
2026-09-072026-09-0723192510.31004/jepemas.v2i3.14077PEMANFAATAN DIGITALISASI DALAM PENGEMBANGAN UMKM DAN PENINGKATAN DAYA SAING USAHA MASYARAKAT DESA GEGER KECAMATAN SENDANG KABUPATEN TULUNGAGUNG
https://www.joecy.org/index.php/jepemas/article/view/14186
<p>Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Tahun 2026 di Desa Geger, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung, dilaksanakan melalui program unggulan “Pemanfaatan Digitalisasi dalam Pengembangan UMKM dan Peningkatan Daya Saing Usaha Masyarakat Desa Geger.” Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh adanya potensi UMKM yang cukup beragam di Desa Geger, meliputi usaha perdagangan, jasa, kuliner, serta produksi makanan olahan, namun sebagian pelaku usaha masih menghadapi kendala dalam pemasaran, identitas usaha, legalitas, dan penggunaan sistem pembayaran digital. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman dan kemampuan pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan daya saing. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi observasi, pemetaan dan pendataan UMKM, transek, wawancara, sosialisasi dan pelatihan digitalisasi, praktik pemasaran melalui platform digital, serta pendampingan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), QRIS, dan banner usaha. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelaku UMKM memperoleh pengetahuan dan pengalaman dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana pemasaran dan pengembangan usaha. Selain itu, kegiatan pendampingan membantu pelaku UMKM dalam memperkuat identitas usaha, mendukung legalitas usaha, serta menyediakan alternatif pembayaran digital. Kegiatan mendapatkan respons positif dari pelaku UMKM dan masyarakat karena materi dan pendampingan yang diberikan dinilai relevan serta dapat diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari. Dengan demikian, kegiatan digitalisasi UMKM memberikan kontribusi dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya teknologi digital serta mendorong pengembangan UMKM secara lebih adaptif dan berkelanjutan.</p>Septian Puspa MAhmadi Abdul Shomad Faiz NahdhiyantoSilvia Putri NadiaGaluh Siti Dewi UFazrina Audia Mufida
Copyright (c) 2026 Jejak Pengabdian Masyarakat
2026-09-072026-09-0723263410.31004/jepemas.v2i3.14186Pendampingan Digitalisasi UMKM Melalui Pemanfaatan Google Maps dan QRIS di Desa Japura Lor
https://www.joecy.org/index.php/jepemas/article/view/14127
<p><strong>The study purpose was</strong> to describe the implementation of digitalization assistance for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Japura Lor Village through the utilization of Google Maps and Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). This activity was conducted as an effort to assist MSME actors in adapting to technological developments and improving the accessibility of business information and digital payment services.</p> <p><strong>Materials and methods.</strong> This community service activity involved approximately 10 MSME actors in Japura Lor Village with various types of businesses, including grocery stores, cosmetic stores, and other small businesses. The activity used a direct assistance approach consisting of two main activities: assistance in registering business locations on Google Maps and assistance in creating QRIS. The activities were carried out at different times according to the needs and processes of each digital service. Data were obtained through observation and documentation during the implementation of the assistance and were analyzed descriptively.</p> <p><strong>Results.</strong> The implementation of the program showed that MSME actors were able to obtain digital business locations through Google Maps and digital payment facilities through QRIS. Google Maps assistance helped provide more accessible information regarding business locations, while QRIS provided an alternative non-cash payment method for consumers. Direct assistance also helped MSME actors understand the functions, benefits, and basic use of both digital services.</p> <p><strong>Conclusions.</strong> Digitalization assistance through Google Maps and QRIS can serve as an initial step in encouraging MSME actors in Japura Lor Village to adapt to the digital economy. The combination of direct technical assistance and education is important to support MSME actors in understanding and utilizing digital services according to their business needs.</p>Moch. Mahdiyan NasikhinMuhammadun MuhammadunNoor Maulidia EfendiSyamsudin SyamsudinSalsabilah SalsabilahSahrul ArifinDeni Supriyadi
Copyright (c) 2026 Jejak Pengabdian Masyarakat
2026-09-082026-09-0823354210.31004/jepemas.v2i3.14127REVITALISASI SALURAN IRIGASI DAN TEMPAT IBADAH SERTA KAMPANYE KONTEN DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN MASYARAKAT TERHADAP KEBERSIHAN LINGKUNGAN DI DESA LODERESAN
https://www.joecy.org/index.php/jepemas/article/view/14381
<p>Kebersihan lingkungan merupakan salah satu aspek penting dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang sehat, nyaman, dan produktif. Desa Loderesan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, memiliki potensi sosial dan budaya yang kuat, tetapi masih menghadapi permasalahan lingkungan berupa pertumbuhan eceng gondok dan sampah pada aliran sungai serta kurang optimalnya perawatan Mushola Baiturrahman. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kebersihan lingkungan sekaligus menumbuhkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga fasilitas umum dan tempat ibadah.</p> <p>Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif melalui kajian pustaka dan wawancara, yang didukung dengan pengamatan kondisi lingkungan di lapangan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui program Bersih Sungai dan Bersih Mushola dengan melibatkan mahasiswa KKN, pemerintah desa, karang taruna, dan masyarakat. Kegiatan Bersih Sungai dilakukan dengan membersihkan eceng gondok dan sampah yang menghambat aliran air, sedangkan Bersih Mushola meliputi pembersihan lantai, tempat wudu, karpet, perlengkapan ibadah, jendela, serta penataan halaman. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan positif terhadap kondisi fisik lingkungan dan peningkatan kesadaran masyarakat.</p> <p>Sungai menjadi lebih bersih dan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan positif masyarakat, sedangkan Mushola Baiturrahman menjadi lebih bersih, rapi, nyaman, serta didukung dengan fasilitas kebersihan tambahan. Kegiatan tersebut juga memperkuat nilai gotong royong dan kebersamaan masyarakat dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan. Dengan demikian, pendekatan partisipatif melalui kegiatan kebersihan lingkungan dapat menjadi salah satu upaya dalam menciptakan lingkungan desa yang lebih bersih, sehat, nyaman, dan mandiri.</p>Ulfi NurfaizaAlvira TriwiahSendi Dwi KurniawanDevinta Eka Nanda Putri
Copyright (c) 2026 Jejak Pengabdian Masyarakat
2026-09-302026-09-3023435010.31004/jepemas.v2i3.14381Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Qawaid Fiqhiyyah sebagai Upaya Pencegahan Kenakalan Peserta Didik
https://www.joecy.org/index.php/jepemas/article/view/14593
<p>This community service activity aims to strengthen the understanding of educators and educational staff regarding *qawā'id fiqhiyyah* (Islamic legal maxims) as a foundation for character education and a preventive framework for addressing negative student behavior. The activity was motivated by the need to link normative Islamic values with character-related issues in daily educational life, ensuring that *qawā'id fiqhiyyah* are understood not merely as legal rules, but also as instruments for character development and the prevention of student delinquency. The activity employed a descriptive-participatory approach using a one-group pre-test–post-test design, involving 38 educators and staff members from the Ramadhan Madani Foundation in Candimas Village, Natar District, South Lampung Regency. Implementation included interactive material delivery, discussions, case study analysis, reflection, and the reinforcement of implementation strategies. Data were collected through pre-tests, post-tests, observations, questionnaires, reflections/interviews, and documentation. Evaluation results showed an increase in average comprehension accuracy from 52% in the pre-test to 76% in the post-test—a rise of 24 percentage points. Improvements were particularly evident in conceptual understanding and the ability to relate *fiqh* maxims to educational issues. Maxims such as *al-ḍarar yuzāl* (harm must be removed), *lā ḍarar wa lā ḍirār* (no inflicting harm or reciprocating harm), *al-umūr bi maqāṣidihā* (matters are judged by their intentions/objectives), and *al-'ādah muḥakkamah* (custom is a basis for judgment) can be contextualized for harm prevention, the cultivation of moral awareness, and the fostering of positive habits. However, the improved understanding cannot yet serve as evidence of changes in student behavior, as the evaluation was not conducted longitudinally. The originality of this activity lies in developing *qawā'id fiqhiyyah* as a reflective and preventive framework within character education.</p>Firman RudiansyahAtika Nur HidayatiJunita SilviaPrima Perkasa
Copyright (c) 2026 Jejak Pengabdian Masyarakat
2026-10-082026-10-0823516010.31004/jepemas.v2i3.14593