PENGARUH TERAPI DZIKIR TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA LANSIA DI DUSUN 03 BATU MENYAN DESA SUKAJAYA LEMPASING KECAMATAN TELUK PANDAN KABUPATEN PESAWARAN TAHUN 2026
DOI:
https://doi.org/10.31004/jepemas.v2i2.12434Keywords:
Relaksasi Dzikir, Tingkat Kecemasan, Pasien Hemodialisa, Terapi Nonfarmakologis, Pra-ExperimentAbstract
Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami kecemasan akibat perubahan fisik, psikologis, sosial, dan spiritual. Kecemasan yang terjadi secara terus-menerus dapat menurunkan kualitas hidup lansia. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk mengatasi kecemasan adalah terapi dzikir.
Tujuan: Diketahui pengaruh relaksasi dzikir terhadap tingkat kecemasan pada pasien hemodalisa di Rumah Sakit Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2025.
Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan metode pra-experiment, one group pre and post test design. Populasi penelitian ini berjumlah 30 responden dan teknik pengambilan sampling pada penelitian ini adalah purposive sampling atau disebut juga jugment sampling. Penelitian dilakukan dengan melakukan intervensi pada kelompok intervensi dan sebelum dan setelah intervensi diberikan kuesioner. Sedangkan pada kelompok kontrol hanya diberikan kuesioner.
Hasil : Hasil uji statistik didapatkan nilai p-value 0,000 (≤ 0,05) yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata tingkat kecemasan antara kelompok intervensi dengan kelompok kontrol.
Kesimpulan: Terapi relaksasi dzikir dapat menurunkan tingkat kecemasan pada lansia dikarenakan Dzikir, terutama jika dilakukan secara perlahan dan teratur, bisa membantu menurunkan kadar kortisol hormone utama stress.
