PEMANFAATAN LIMBAH BONGGOL JAGUNG MENJADI BRIKET SEBAGAI INOVASI PENGELOLAAN LIMBAH DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM KKN DI DESA KLEWOR
DOI:
https://doi.org/10.31004/jepemas.v2i3.13864Keywords:
bonggol jagung, briket, pengabdian masyarakat, KKN, prototype alat, teknologi tepat gunaAbstract
Limbah bonggol jagung merupakan salah satu limbah pertanian yang belum dimanfaatkan secara optimal di Desa Klewor, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali. Bonggol jagung umumnya masih dibakar secara terbuka, dibuang, atau dibiarkan menumpuk sehingga diperlukan upaya pemanfaatan yang lebih produktif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 03 Universitas Boyolali dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan bonggol jagung sebagai bahan baku briket serta memperkenalkan teknologi tepat guna sederhana yang dapat dikembangkan oleh masyarakat. Kegiatan dilaksanakan pada 31 Juli 2026 melalui metode sosialisasi, demonstrasi, dan diskusi. Sebagai bagian dari kegiatan, tim KKN melakukan inovasi berupa pembuatan prototype alat sederhana skala kecil yang digunakan untuk memperagakan proses pembuatan briket, meliputi alat karbonisasi dan alat penekan cetak briket. Alat karbonisasi berukuran 22 cm × 22 cm × 20 cm dengan kapasitas sekitar 1 kg bonggol jagung kering per proses dan dilengkapi penutup berlubang sebagai saluran asap. Alat pencetak dibuat dalam bentuk silinder dengan dua variasi ukuran, yaitu diameter 4 cm dengan tinggi 3 cm dan diameter 3 cm dengan tinggi 8 cm, yang dilengkapi penekan sederhana untuk memadatkan adonan. Tahapan kegiatan meliputi pengeringan bonggol jagung, karbonisasi, pendinginan dan penghalusan arang, penyaringan, pembuatan perekat dari tepung tapioka, pencampuran, pencetakan, dan pengeringan briket. Formulasi yang digunakan terdiri atas 450 gram bubuk arang bonggol jagung, 130 gram tepung tapioka, dan 1 liter air. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat memberikan respons positif serta memperoleh pengetahuan dan keterampilan mengenai pemanfaatan bonggol jagung menjadi briket. Prototype alat sederhana yang dibuat tim KKN juga menjadi media praktik untuk memperagakan proses karbonisasi dan pencetakan, sekaligus menunjukkan bahwa pengolahan bonggol jagung dapat diperkenalkan melalui teknologi sederhana dalam skala kecil. Kegiatan ini memberikan manfaat dalam meningkatkan pemanfaatan limbah pertanian, mendukung pengelolaan sumber daya lokal, serta membuka peluang pengembangan produk bernilai guna dan bernilai ekonomi bagi masyarakat Desa Klewor.
