Penguatan Literasi Masyarakat melalui Pojok Baca dan Edukasi Kesiapsiagaan Bencana Kekeringan di Desa Wonoharjo
DOI:
https://doi.org/10.31004/jepemas.v2i2.13916Keywords:
edukasi bencana, kesiapsiagaan kekeringan, literasi masyarakat, pengabdian masyarakat, pojok bacaAbstract
Rendahnya tingkat literasi dan keterbatasan pengetahuan mengenai kesiapsiagaan bencana kekeringan masih menjadi tantangan signifikan di banyak komunitas pedesaan, termasuk Desa Wonoharjo. Kondisi tersebut menegaskan pentingnya inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan pengembangan literasi dengan edukasi pengurangan risiko bencana. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat literasi masyarakat melalui pendirian pojok baca sekaligus meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan anak-anak terhadap bencana kekeringan. Program ini dilaksanakan pada 9 Agustus 2026 oleh Kelompok 10 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Boyolali di tempat berkumpulnya warga (Cakruk) Dusun Rejosari, Desa Wonoharjo. Kegiatan tersebut melibatkan 30 anak dan mencakup penyediaan pojok baca yang berisi 150 buku, aktivitas literasi interaktif, serta sesi edukasi mengenai kesiapsiagaan kekeringan, konservasi air, perlindungan lingkungan, dan tindakan mitigasi sederhana. Metode pelaksanaan terdiri dari koordinasi awal dengan para pemangku kepentingan desa, penyiapan materi pembelajaran dan fasilitas membaca, pelaksanaan program, serta evaluasi melalui observasi, diskusi interaktif, dan keterlibatan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme yang tinggi dari para peserta, peningkatan minat baca, serta perbaikan pemahaman tentang pentingnya konservasi air dan kesiapsiagaan bencana selama musim kemarau. Integrasi antara promosi literasi dan edukasi kesiapsiagaan bencana terbukti menjadi strategi pemberdayaan masyarakat yang efektif untuk menumbuhkan pengetahuan, kesadaran, dan ketangguhan di kalangan anak-anak di wilayah pedesaan. Program ini diharapkan dapat berkelanjutan melalui upaya kolaboratif antara pemerintah desa, masyarakat setempat, dan lembaga pendidikan guna membangun budaya literasi dan kesiapsiagaan bencana jangka panjang.
