Mitigasi Kekeringan dan Edukasi Hemat Air Sejak Dini melalui Pembelajaran Kreatif di SDN 1 dan SDN 4 Wonoharjo
DOI:
https://doi.org/10.31004/jepemas.v2i2.13918Keywords:
mitigasi kekeringan, hemat air, pendidikan lingkungan, experiential learning, sekolah dasarAbstract
Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi mengalami kekeringan pada musim kemarau. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penanaman pengetahuan dan kesadaran mengenai mitigasi bencana kekeringan serta perilaku hemat air sejak usia sekolah dasar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kepedulian siswa terhadap upaya mitigasi kekeringan dan konservasi air melalui pendekatan pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Kegiatan dilaksanakan di SD Negeri 1 Wonoharjo melalui tiga tahapan utama, yaitu sosialisasi mitigasi bencana kekeringan, lomba mewarnai poster bertema hemat air, dan nonton bareng film Hoppers. Metode pelaksanaan mengadaptasi teori Experiential Learning David Kolb yang terdiri atas Concrete Experience, Reflective Observation, Abstract Conceptualization, dan Active Experimentation. Sosialisasi memberikan pemahaman dasar mengenai pengertian, penyebab, dampak, dan upaya mitigasi kekeringan. Lomba mewarnai digunakan sebagai media pembelajaran kreatif untuk memperkuat pesan mengenai perilaku hemat air, sedangkan pemutaran film digunakan sebagai media audio-visual untuk memberikan pengalaman belajar yang kontekstual mengenai hubungan antara lingkungan, air, dan keseimbangan ekosistem. Hasil kegiatan menunjukkan adanya antusiasme dan keterlibatan aktif siswa selama seluruh rangkaian kegiatan. Siswa mampu mengidentifikasi berbagai perilaku hemat air dan memahami pentingnya menjaga lingkungan serta sumber daya air. Pendekatan pembelajaran yang menggabungkan teori, aktivitas kreatif, pengalaman, dan media audio-visual dapat menjadi alternatif edukasi mitigasi bencana yang sesuai bagi anak usia sekolah dasar.
